

Kadang kesepian bisa begitu memekakkan telinga jiwa
Dan genderang sunyi yg bertalu menyesakkan dada
Kadang buncah tawa sekitar seakan mentertawakan aku
Turut tertawakah kamu ?
Atau terpekurkah kamu dihadapan kekosonganku?
Dalam sepi detak detik bertalu lantang
Suarakan waktu, gemakan masa
Larut dan lebur bersama alunan jiwa…melayang jauh…sisakan aku dlm kesendirian
Sepiku sunyi
Tak bertepi
Diam,…tapi tak mati
Rinduku akan kebersamaan kita
Rinduku akan tawa kita
Rinduku pada tangan kita menggenggam
Rinduku saat jalan berdua
Rinduku pada cemburu kita
Rinduku saat kita membisu dan keras kepala
Rinduku terletak pada kita…..
……bukan aku bukan kamu
…..tapi kita…KITA
Sementara ku berbaring
Pikiranku akan selalu menari bersama bayangmu
….menarikan rasa
….menarikan rasa
Sementara diamku melarut hening
Dan gemeretak rinduku cumbui waktu
Jantungku buncahkan rasa…
….detakkan rasa
Ada hening yg bersenandung
Ada gelap yang merona
Ada hasrat yang merontak
Ada cinta yg hendak berkata
Ada rasa…..
Ada rasa….
Sementara ku berbaring
Aku mendamba sepenuh rasa….
Aku….
…krn beberapa hal…
Percaya selalu ada tawa diantara isak tangis
…..selalu ada kelegaan diantara kesesakan
….ada cahaya di kepekatan
…walau memang lebih mudah diucapkan drpd dilakukan…
Tapi keseimbangan semacam itu sungguh ada
Aku juga percaya
Hidup tidak cukup dijalani, perlu dihidupi
Seperti cinta yg tidak cukup hanya dirasakan ….juga perlu dicintai
Dan buka lebar mata hati……sadari kita tidak sendiri
Sekejap kunyalangkan pandang
geluti sekelumit parasmu
Sebelum kemudian kembali ku terpekur
dan sisakan senyummu…jauh di benak sana
Ketika kebersamaan begitu dinanti
Kehadiranmu merupakan anugerah surgawi
Dan sungguh…..kebersamaan selalu kunanti
Jarak kadang membekukan ceria
Dan deras kata juga kalimat tak mampu cairkan suasana
Menjumpai raga, yg retaskan rindu
Menjumpai raga, yg hangatkan jiwa
Tak lagi hanya sekejap kulayangkan pandang
….kupetakan rindu di keberujudanmu
Jiwa yg tua….jiwa yg lelah…
Sudah tak lagi bergelora untuk membara
Biarkan terberangus…biarkan terhembus
….semoga padam dengan sendirinya
Jiwa yg tua….jiwa yg lelah…
Tersenyum sajalah kepada fakta
Siapa punya suara…siapa punya telinga
………tersenyum sajalah kepada fakta
Diam itu mengalun
….mengalun dalam lamunan
Diam itu berlari
…berlari dalam harapan
Diam itu bergerak
…bergerak dalam khayalan
Diam itu bergetar
…bergetar seiring isak tertahan
Diam itu senyap
…senyap dalam keputusasaan
Diam itu terbakar
…terbakar gejolak jiwa
Diam itu menanti
…menanti dalam kerinduan
Diam itu….sungguh…tidaklah selalu diam
Having you in my life is so wonderful
Every minute of it..
…every single minute of it
Life couldn’t be more colourful ……
couldn’t be more beautiful. …….
……and if I have no more words to say to you,….
I can always reminds you that I love you….
Terhanyut…terseret tak terperi
Alunan deras rasa selalu membuat kita acuh pada dunia
Pada kenyataan…pada logika
Maka kuserahkan saja hidupku pada alunan gelombang….
Biar menjadi satu…
Biar terus bertalu…
……..
………..dan bertalu